
Date
Jan 04, 2026 - Feb 04, 2026
Venue
KENCU Ruang Seni
Curator
Benito lopulalan
Participating Artists
9 artists
Simbiosa Kreatif menampilkan perjalanan artistik para perupa yang pernah terlibat dalam kelompok belajar informal Senin Kemis (1997–2010). Kelompok ini lahir dari praktik pertemuan rutin untuk belajar menggambar bersama, berbagi pengetahuan, dan membangun disiplin artistik secara kolektif. Dalam pameran ini, semangat tersebut dihadirkan kembali melalui karya sembilan perupa lintas generasi keanggotaan: Chusin Setiadikara, Nyoman Wijaya, Gundrawan, Agus Cahaya, I Made Alit Suarja, I Ketut Sumantara, Anak Agung Gede Wira Merta, I Gede Jaya Putra, dan Tri Akta Bagus Prasetya. Pameran ini tidak dimaksudkan sebagai nostalgia, melainkan sebagai upaya merekonstruksi proses Senin Kemis sebagai sebuah sistem belajar yang berakar pada nilai saling asah, saling asuh, dan saling asih. Drawing ditempatkan bukan sekadar sebagai sketsa atau karya antara, melainkan sebagai sistem rupa yang hidup, mandiri, dan prosesual. Dalam kerangka ini, drawing menjadi ruang dialektis antara obyektivitas teknik dan subyektivitas ekspresi, antara disiplin kolektif dan pencarian bahasa visual personal. Melalui rutinitas yang disiplin termasuk praktik menggambar bersama, mimesis, refleksi tubuh dan gerak, hingga pendekatan “500 drawing” yang digagas Chusin Setiadikara Senin Kemis membangun fondasi literasi bahasa rupa yang kokoh dan komunikatif. Fondasi ini memungkinkan setiap anggota menempuh pencarian bahasa visual yang individual, menemukan sidik artistik masing-masing, tanpa tercerabut dari ekologi kolektifnya. Dalam konteks pameran, proses tersebut dihadirkan sebagai “studio proses”: sebuah ruang yang merefleksikan bagaimana bahasa visual dibentuk, diuji, mengalami kejenuhan, lalu bergerak menuju terobosan-terobosan baru. Karya-karya yang ditampilkan menunjukkan ekspansi bahasa drawing ke wilayah konseptual dan kontemporer, merespons tema-tema seperti ketegangan antara utopia dan distopia, narasi besar dan kecil, serta pencarian identitas personal di tengah realitas yang terus berubah. Simbiosa Kreatif menegaskan bahwa relasi antara teknik dan ekspresi, antara kolektivitas dan individualitas, bukanlah pertentangan yang harus diselesaikan, melainkan relasi simbiotik yang terus menghidupi praktik seni. Setiap karya hadir sebagai pernyataan personal sekaligus sebagai jejak proses kolektif berdiri sendiri, namun berakar pada pengalaman bersama. Pada akhirnya, pameran ini mengajak publik melihat drawing sebagai praktik hidup: sebuah bahasa yang terus berproses, berubah, dan tumbuh melalui dialog, disiplin, dan keberanian personal. Sebuah pencarian yang tak pernah benar benar selesai, namun justru di sanalah denyut kreatifnya terus berlanjut.
Browse through our interactive exhibition catalog
Use the controls below to navigate through the catalog